<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9019920639091182934</id><updated>2011-04-21T12:04:10.262-07:00</updated><title type='text'>Drs. H. Waris Santosa, M.Pd</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://warisann.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warisann.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>warisann</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11640400297294985997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9019920639091182934.post-4733437340367175796</id><published>2007-12-04T18:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T00:37:10.594-08:00</updated><title type='text'>Minyak Pelumas dari Botol Plastik Bekas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1YIlHWWwII/AAAAAAAAACc/2OI-wWg2mSA/s1600-h/sampah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1YIlHWWwII/AAAAAAAAACc/2OI-wWg2mSA/s200/sampah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140305458410995842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#aaaaaa;"&gt;Kategori Kimia Karbon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11px;color:#fb6101;" &gt;Minyak Pelumas dari Botol Plastik Bekas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#6a8fb1;"&gt;Oleh Sandri Justiana, S.Si dan Budiyanti Dwi Hardanie, S.Si&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Percayakah  Anda jika suatu saat nanti botol plastik bekas dapat digunakan sebagai bahan  baku pembuatan minyak pelumas untuk kendaraan bermotor? Jika tidak percaya,  tanyakan saja pada Stephen J. Miller, Ph.D., seorang ilmuwan senior dan  konsultan peneliti di Chevron. Bersama rekan-rekannya di Pusat penelitian  Chevron Energy Technology Company, Richmond, California, Amerika Serikat dan  University of Kentucky, ia berhasil mengubah limbah plastik menjadi minyak  pelumas. Bagaimana caranya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian besar penduduk di dunia memanfaatkan plastik dalam menjalankan  aktivitasnya. Berdasarkan data &lt;i&gt;Environmental Protection Agency&lt;/i&gt; (EPA) Amerika  Serikat, pada tahun 2001, penduduk Amerika Serikat menggunakan sedikitnya 25  juta ton plastik setiap tahunnya. Belum ditambah pengguna plastik di negara  lainnya. Bukan suatu yang mengherankan jika plastik banyak digunakan. Plastik  memiliki banyak kelebihan dibandingkan bahan lainnya. Secara umum, plastik  memiliki densitas yang rendah, bersifat isolasi terhadap listrik, mempunyai  kekuatan mekanik yang bervariasi, ketahanan suhu terbatas, serta ketahanan bahan  kimia yang bervariasi. Selain itu, plastik juga ringan, mudah dalam perancangan,  dan biaya pembuatan murah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayangnya, di balik segala kelebihannya, limbah plastik menimbulkan masalah  bagi lingkungan. Penyebabnya tak lain sifat plastik yang tidak dapat diuraikan  dalam tanah. Untuk mengatasinya, para pakar lingkungan dan ilmuwan dari berbagai  disiplin ilmu telah melakukan berbagai penelitian dan tindakan. Salah satunya  dengan cara mendaur ulang limbah plastik. Namun, cara ini tidaklah terlalu  efektif. Hanya sekitar 4% yang dapat didaur ulang, sisanya menggunung di tempat  penampungan sampah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1YIx3WWwJI/AAAAAAAAACk/aLtunB3LmsY/s1600-h/tumpukansampah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1YIx3WWwJI/AAAAAAAAACk/aLtunB3LmsY/s320/tumpukansampah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140305677454327954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Mungkinkah tumpukan sampah plastik ini dapat diubah menjadi minyak pelumas?&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Masalah itulah yang mendasari Miller dan rekan-rekannya melakukan penelitian ini.  Sebagian besar plastik yang digunakan masyarakat merupakan jenis plastik  polietilena. Ada dua jenis polietilena, yaitu &lt;i&gt;high density polyethylene&lt;/i&gt; (HDPE)  dan &lt;i&gt;low density polyethylene&lt;/i&gt; (LDPE). HDPE banyak digunakan sebagai botol plastik  minuman, sedangkan LDPE untuk kantong plastik. Dalam penelitiannya yang akan  dipublikasikan dalam Jurnal American Chemical Society bagian Energi dan Bahan  Bakar (Energy and Fuel) edisi 20 Juli 2005, Miller memanaskan polietilena  menggunakan &lt;i&gt;metode pirolisis&lt;/i&gt;, lalu menyelidiki zat hasil pemanasan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata, ketika polietilena dipanaskan akan terbentuk suatu senyawa  hidrokarbon cair. Senyawa ini mempunyai bentuk mirip lilin (&lt;i&gt;wax&lt;/i&gt;). Banyaknya  plastik yang terurai adalah sekitar 60%, suatu jumlah yang cukup banyak.  Struktur kimia yang dimiliki senyawa hidrokarbon cair mirip lilin ini  memungkinkannya untuk diolah menjadi minyak pelumas berkualitas tinggi. Sekadar  informasi, minyak pelumas yang saat ini beredar di pasaran berasal dari  pengolahan minyak bumi. Minyak mentah (&lt;i&gt;crude oil&lt;/i&gt;) hasil pengeboran minyak bumi  di dasar bumi mengandung berbagai senyawa hidrokarbon dengan titik didih yang  berbeda-beda. Kemudian, berbagai senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam  minyak mentah ini dipisahkan menggunakan teknik distilasi bertingkat (penyulingan)  berdasarkan perbedaan titik didihnya. Selain bahan bakar, seperti bensin, solar,  dan minyak tanah, penyulingan minyak mentah juga menghasilkan minyak pelumas.  Sifat kimia senyawa hidrokarbon cair dari hasil pemanasan limbah plastik mirip  dengan senyawa hidrokarbon yang terkandung dalam minyak mentah sehingga dapat  diolah menjadi minyak pelumas. Pengubahan hidrokarbon cair hasil pirolisis  limbah plastik menjadi minyak pelumas menggunakan &lt;i&gt;metode hidroisomerisasi&lt;/i&gt;.  Miller berharap minyak pelumas buatan ini dapat digunakan untuk kendaraan  bermotor dengan kualitas yang sama dengan minyak bumi hasil penyulingan minyak  mentah, ramah lingkungan, sekaligus ekonomis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya, usaha pembuatan minyak sintetis dari senyawa hidrokarbon cair ini  bukan suatu hal baru. Pada awal 1990-an, perusahaan Chevron telah mencoba  mengubah senyawa hidrokarbon cair menjadi bahan bakar sintetis untuk tujuan  komersial. Hanya saja bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan senyawa  hidrokarbon cair berasal dari gas alam (umumnya gas metana) melalui proses  katalitik yang dikenal dengan nama &lt;i&gt;proses Fischer-Tropsch&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada proses Fischer-Tropsch ini, gas metana diubah menjadi gas sintesis (&lt;i&gt;syngas&lt;/i&gt;),  yaitu campuran antara gas hidrogen dan karbon monoksida, dengan bantuan besi  atau kobalt sebagai katalis. Selanjutnya, syngas ini diubah menjadi senyawa  hidrokarbon cair, untuk kemudian diolah menggunakan &lt;i&gt;proses hydrocracking&lt;/i&gt; menjadi  bahan bakar dan produk minyak bumi lainnya, termasuk minyak pelumas. Senyawa  hidrokarbon cair hasil pengubahan dari syngas mempunyai sifat kimia yang sama  dengan polietilena.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gas alam yang digunakan berasal dari Amerika Serikat. Belakangan, daerah  lepas laut Timur Tengah menjadi sumber gas alam karena di sana harga gas alam  lebih murah. Minyak pelumas dari gas alam ini untuk sementara dapat menjadi  alternatif minyak pelumas hasil pengolahan minyak bumi. Pada masa mendatang,  cadangan gas alam di dunia diperkirakan akan segera menipis. Di lain pihak,  kebutuhan akan minyak pelumas semakin tinggi. Kini, dengan adanya penemuan ini,  pembuatan minyak pelumas nampaknya tidak lagi memerlukan gas alam. Cukup dengan  memanfaatkan limbah botol plastik, jadilah minyak pelumas. Tertarik mencoba?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: &lt;a href="file://///tu3/XAMPP/htdocs/pak_waris/Materi/chem-is-try.org/acswebapplications.acs.org/default.htm"&gt;http://acswebapplications.acs.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ket: Kedua penulis adalah alumni Jurusan Kimia FMIPA Universitas Padjadjaran dan pegiat di Alchemist Community.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9019920639091182934-4733437340367175796?l=warisann.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warisann.blogspot.com/feeds/4733437340367175796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9019920639091182934&amp;postID=4733437340367175796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/4733437340367175796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/4733437340367175796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warisann.blogspot.com/2007/12/minyak-pelumas-dari-botol-plastik-bekas.html' title='Minyak Pelumas dari Botol Plastik Bekas'/><author><name>warisann</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11640400297294985997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1YIlHWWwII/AAAAAAAAACc/2OI-wWg2mSA/s72-c/sampah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9019920639091182934.post-2647524439768782029</id><published>2007-12-04T17:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T00:37:10.749-08:00</updated><title type='text'>Hidrogen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1YADXWWwHI/AAAAAAAAACU/BW6D3-kaXrA/s1600-h/hidrogen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1YADXWWwHI/AAAAAAAAACU/BW6D3-kaXrA/s200/hidrogen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140296082497388658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#aaaaaa;"&gt;Kategori Tabel Periodik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11px;color:#fb6101;" &gt;Hidrogen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#6a8fb1;"&gt;Oleh Yulianto Mohsin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Sejarah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Yunani hydro=air, dan genes=pembentukan). Hidrogen telah   digunakan  bertahun-tahun sebelum akhirnya dinyatakan sebagai unsur yang   unik oleh  Cavendish di tahun 1776.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dinamakan hidrogen oleh Lavoisier, hidrogen adalah unsur   yang terbanyak dari  semua unsur di alam semesta. Elemen-elemen yang berat pada   awalnya dibentuk dari  atom-atom hidrogen atau dari elemen-elemen yang mulanya   terbuat dari atom-atom  hidrogen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Sumber&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidrogen diperkirakan membentuk komposisi lebih dari 90%   atom-atom di alam  semesta (sama dengan tiga perempat massa alam semesta). Unsur   ini ditemukan di  bintang-bintang dan memainkan peranan yang penting dalam   memberikan sumber  energi jagat raya melalui reaksi proton-proton dan siklus   karbon-nitrogen.  Proses fusi atom-atom hidrogen menjadi helium di matahari   menghasilkan jumlah  energi yang sangat besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidrogen dapat dipersiapkan dengan berbagai cara:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Uap dari elemen karbon yang dipanaskan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dekomposisi beberapa jenis hidrokarbon dengan energi   kalor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Reaksi-reaksi natrium atau kalium hidroksida pada   aluminium&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elektrolisis air&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pergeseran asam-asam oleh metal-metal tertentu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Hidrogen dalam bentuk cair sangat penting untuk bidang   penelitian suhu rendah  (cryogenics) dan studi superkonduktivitas karena titik cairnya   hanya 20 derajat  di atas 0 Kelvin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tritium (salah satu isotop hidrogen) dapat diproduksi   dengan mudah di  reaktor-reaktor nuklir dan digunakan dalam produksi bom   hidrogen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidrogen adalah komponen utama planet Jupiter dan planet-  planet gas raksasa  lainnya. Karena tekanan yang luar biasa di dalam planet-planet   tersebut, bentuk  padat hidrogen molekuler dikonversi menjadi hidrogen   metalik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tahun 1973, ada beberapa ilmuwan Rusia yang   bereksperimen memproduksi  hidrogen metalik pada tekanan 2.8 megabar. Pada titik   transisi, berat jenisnya  berubah dari 1.08 menjadi 1.3 gram/cm&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;. Satu tahun   sebelumnya di Livermore,  California, satu grup ilmuwan juga memberitakan eksperimen   yang hampir sama di  mana fenomena yang mereka amati terjadi pada titik tekanan-  volume yang berpusar  pada 2 megabar. Beberapa prediksi mengemukakan bahwa hidrogen   metalik mungkin  metastable. Yang lainnya memprediksikan hidrogen mungkin   berupa superkonduktor  di suhu ruangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Senyawa&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walau hidrogen adalah benda gas, kita sangat jarang   menemukannya di atmosfer  bumi. Gas hidrogen yang sangat ringan, jika tidak terkombinasi   dengan unsur  lain, akan berbenturan dengan unsur lain dan terkeluarkan dari   lapisan atmosfer.  Di bumi hidrogen banyak ditemukan sebagai senyawa (air) di   mana atom-atomnya  bertaut dengan atom-atom oksigen. Atom-atom hidrogen juga   dapat ditemukan di  tetumbuhan, petroleum, arang, dan lain-lain. Sebagai unsur   yang independen,  konsentrasinya di atmosfer sangat kecil (1 ppm by volume).   Sebagai gas yang  paling ringan, hidrogen berkombinasi dengan elemen-elemen lain   ― kadang-kadang  secara eksplosif ― untuk membentuk berbagai senyawa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kegunaan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidrogen banyak digunakan untuk mengikat nitrogen dengan   unsur lain dalam proses  Haber (memproduksi amonia) dan untuk proses hidrogenasi lemak   dan minyak.  Hidrogen juga digunakan dalam jumlah yang banyak dalam   produksi methanol, di  dealkilasi hidrogen (hydrodealkylation), katalis   hydrocracking, dan sulfurisasi  hidrogen. Kegunaan-kegunaan lainnya termasuk sebagai bahan   bakar roket,  memproduksi asam hidroklorida, mereduksi bijih-bijih besi dan   sebagai gas  pengisi balon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Daya angkat 1 kaki kubik gas hidrogen sekitar 0.07 lbf pada   suhu 0 derajat  Celsius dan tekanan udara 760 mm Hg.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baterai yang berbahan bakar hidrogen (Hydrogen Fuel cell)   adalah teknologi baru  yang sedang dikembangkan, di mana tenaga listrik dalam jumlah   besar dapat  dihasilkan dari gas hidrogen. Pabrik-pabrik baru dapat   dibangun dekat dengan  laut untuk melakukan proses elektrolisis air laut guna   memproduksi hidrogen. Gas  yang bebas polusi ini lantas dapat dialirkan melalui pipa-pipa   dan disalurkan ke  daerah-daerah pemukiman dan kota-kota besar. Hidrogen dapat   menggantikan gas  alam lainnya, bensin, agen dalam proses metalurgi dan berbagai   proses kimia (penyulingan),  dan mengubah sampah menjadi metan dan etilen. Kendala-kendala   yang ada untuk  mewujudkan impian tersebut masih banyak. Di antaranya   persetujuan publik,  penanaman modal yang besar dan harga hidrogen yang masih jauh   lebih mahal  ketimbang bahan bakar lainnya sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Bentuk&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam keadaan yang normal, gas hidrogen merupakan campuran   antara dua molekul,  yang dinamakan ortho- dan para- hidrogen, yang dibedakan   berdasarkan spin  elektron-elektron dan nukleus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidrogen normal pada suhu ruangan terdiri dari 25%   parahidrogen dan 75%  ortho-hidrogen. Bentuk ortho tidak dapat dipersiapkan dalam   bentuk murni. Karena  kedua bentuk tersebut berbeda dalam energi, sifat-sifat   kebendaannya pun juga  berbeda. Titik-titik lebur dan didih parahidrogen sekitar 0.1   derajat Celcius  lebih rendah dari hidrogen normal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Isotop-isotop&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Isotop hidrogen yang normal disebut Protium. Isotop-isotop   lainnya adalah  Deuterium (satu proton dan satu netron) dan Tritium (satu   proton dan dua netron).  Hidrogen adalah satu-satunya unsur yang isotop-isotopnya   memiliki nama  tersendiri. Deuterium dan Tritium keduanya digunakan sebagai   bahan bakar reaktor  fusi nuklir. Satu atom Deuterium ditemukan di sekitar 6000   atom-atom hidrogen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Deuterium juga digunakan untuk memperlambat netron. Atom-  atom tritium juga ada  tapi lebih sedikit jumlahnya. Tritium juga dapat diproduksi   dengan mudah di  reaktor-reaktor nuklir dan digunakan pada produksi bom   hidrogen (fusi). Gas  hidrogen juga digunakan sebagai agen radioaktif untuk membuat   cat yang bercahaya  terang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diterjemahkan dan disadur oleh Yulianto Mohsin dari situs &lt;a href="file://///tu3/XAMPP/htdocs/pak_waris/Materi/chem-is-try.org/periodic.lanl.gov/elements/1.html"&gt;http://periodi  c.lanl.gov/elements/1.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artikel tambahan:  &lt;a href="file://///tu3/XAMPP/htdocs/pak_waris/Materi/chem-is-try.org/Wc4ac21717d7c.htm"&gt;http://www.chem-is-try.org/?  sect=tanyapakar&amp;amp;ext=12&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9019920639091182934-2647524439768782029?l=warisann.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warisann.blogspot.com/feeds/2647524439768782029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9019920639091182934&amp;postID=2647524439768782029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/2647524439768782029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/2647524439768782029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warisann.blogspot.com/2007/12/hidrogen.html' title='Hidrogen'/><author><name>warisann</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11640400297294985997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1YADXWWwHI/AAAAAAAAACU/BW6D3-kaXrA/s72-c/hidrogen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9019920639091182934.post-398407838508239455</id><published>2007-12-04T17:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T00:37:11.695-08:00</updated><title type='text'>Hopanoid, Indikator Kimia Bagi Kesuburan Tanah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1X9y3WWwDI/AAAAAAAAAB0/wQiuo2OouX8/s1600-h/hopanoid01.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1X9y3WWwDI/AAAAAAAAAB0/wQiuo2OouX8/s200/hopanoid01.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140293600006291506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#aaaaaa;"&gt;Kategori Berita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11px;color:#fb6101;" &gt;Hopanoid, Indikator Kimia Bagi Kesuburan Tanah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#6a8fb1;"&gt;Oleh Sinly Evan Putra dan Eza Movina&lt;br /&gt;Badan Pengurus Pusat IKAHIMKI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Siapa yang tak kenal dengan negara yang bernama Indonesia, apalagi oleh  orang-orang yang tertarik menanamkan modalnya dalam bidang pertanian dan  perkebunan? Indonesia mungkin menjadi negara incaran, karena memiliki 5 pulau  besar yakni Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Papua, yang kelima-limanya  merupakan lahan yang potensial untuk pengembangan berbagai industri pertanian  dan perkebunan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu faktor penting untuk menunjang pengembangan kedua bidang tersebut  selain tersedianya modal dan lahan yang luas adalah terkontrolnya tingkat  kesuburan tanah. Dengan terkontrolnya tingkat kesuburan tanah diharapkan agar  lahan yang nantinya digarap akan terus produktif memberikan nutrisi bagi tanaman.  Maka dari itu berbagai kajian penelitian tentang indikator tingkat kesuburan  tanah telah marak digalakkan oleh para peneliti. Salah satunya adalah pendekatan  tentang kaitan antara keberadaan senyawa hopanoid yang dihasilkan oleh suatu  bakteri dengan tingkat kesuburan dari tanah. Di sini yang dimaksud dengan tanah  subur adalah tanah yang mengandung banyak nutrisi berupa senyawa-senyawa  nitrogen. Nutrisi ini dihasilkan oleh aktivitas bakteri penyubur tanah yang  mampu menangkap N­&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dari atmosfer dan melakukan fiksasi untuk  menghasilkan senyawa-senyawa dalam nitrogen (Giller, 2001). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Senyawa Hopanoid&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Senyawa hopanoid sendiri didefinisikan sebagai senyawa hasil metabolisme  sekunder yang termasuk dalam golongan triterpen pentasiklik, yang lazim  digunakan dalam biomarka pada sedimen tua dan minyak, dan potensial memberikan  informasi yang berharga tentang lingkungan-purba suatu sedimen baru dan sedimen  tua. Senyawa ini dari prekursor biologinya, disintesis oleh berbagai bakteri  sebagai komponen penstabil membran dan banyak ditemukan dalam tanah dan sedimen.  Pernah pula dinyatakan bahwa senyawa bahan alam yang paling melimpah di alam  adalah senyawa hopanoid karena senyawa ini telah menjadi konstituen utama  penyusun membran bakteri tanah (Ounsson, Albrect dan Kolimer, 1984). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiga golongan besar bakteri penyubur tanah yang memiliki kontribusi besar  terhadap kesuburan tanah antara lain &lt;i&gt;Rhizobia, Cyannobacter,&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt; Frankia.&lt;/i&gt; Bakteri-bakteri penyubur tanah di atas banyak mengandung senyawa  hopanoid sebagai konstituen terbesar penyusun dari membran selnya. Misalnya,  bakteri &lt;i&gt;Frankia sp.&lt;/i&gt; adalah bakteri penyubur tanah yang konstituen  penyubur tanahnya terdiri atas 80% hopanoid.  Apabila bakteri ini nanti mati,  kerangka hopanoid akan tertinggal dalam tanah, sehingga kandungan hopanoid dalam  tanah dimungkinkan untuk dijadikan sebagai indikator kesuburan tanah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan keberadaannya, hopanoid dapat digolongkan menjadi dua jenis yakni  biohopanoid dan geohopanoid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;1. Biohopanoid&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Biohopanoid adalah senyawa hopanoid yang dihasilkan langsung oleh bakteri dan  merupakan senyawa prekursor dari geohopanoid. Keberadaan dan komposisi  biohopanoid pada bakteri yang dibiakkan sudah banyak diketahui, sedangkan  keberadaan hopanoid secara utuh dalam geosfer dan prekursor hopanoid dalam  lingkungan modern belum pernah diterangkan secara tuntas. Adanya jurang pemisah  pengertian tentang keberadaan hopanoid bakteri, menyebabkan hopanoid tidak bisa  sepenuhnya digunakan sebagai &lt;i&gt;fosil kimia&lt;/i&gt; yang berasal dari bakteri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;2. Geohopanoid&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Geohopanoid adalah hopanoid yang tidak dihasilkan langsung oleh bakteri  melainkan hasil degradasi dari senyawa prekursornya yakni biohopanoid.  Geohopanoid mempunyai 3 bentuk isomer di alam. Isomer tersebut adalah hopanoid  ββ, hopanoid βα, dan hopanoid αβ.   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hopanoid ββ merupakan senyawa yang kurang stabil di alam dan banyak ditemukan  dalam sedimen muda, sedangkan hopanoid βα dan hopanoid αβ merupakan senyawa yang  lebih stabil dan banyak ditemukan dalam sedimen tua. Geohopanoid sebagai  indikator kematangan sedimen, biasa digunakan para peneliti untuk mengetahui dan  mengeksplorasi minyak bumi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai salah satu bahan organik, senyawa hopanoid banyak ditemukan dalam  bakteri aerobik dan belum pernah ditemukan dalam bakteri anaerobik sehingga  sampel tanah yang dianalisis dalam suatu penelitian haruslah dari lapisan tanah  permukaan yang kandungan oksigennya tinggi. Selama ini memang sangat sedikit  laporan tentang ditemukannya hopanoid dalam tanah permukaan, seperti dalam  lumpur, pada sisa kotoran sianobakteri, sedimen ponds kecil, dan juga pada  sedimen danau kecil. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Bahan Kimia dan Metode Isolasi Senyawa Hopanoid&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sistematika studi kandungan senyawa hopanoid dalam tanah subur dan tidak  subur biasa menggunakan metode yang dilakukan oleh Innes, dkk. (1997 dan 1998)  yang meliputi pencarian sampel tanah yang dilanjutkan dengan ekstraksi dan  oksidasi ekstrak total dengan H&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;IC&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt; dan NaBH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;.  Dan terakhir analisis sampel dengan menggunakan alat identifikasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk ekstraksi, berdasarkan prosedur Innes, dkk. sampel disoklet selama 10  jam dengan menggunakan pelarut klorofoam/metanol. Yang kemudian diuapkan  pelarutnya dengan evaporator dan dikeringkan dengan gas N&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; lalu  dilanjutkan dengan prosedur oksidasi total dengan H&lt;sub&gt;5&lt;/sub&gt;IC&lt;sub&gt;6&lt;/sub&gt;  dan NaBH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;. Secara teoritik, sistematika ini dapat dijelaskan sebagai  berikut; setelah tanah diekstrak dengan pelarut, hopanoid mengalami tahapan  degradasi kimiawi meliputi pemutusan ikatan ester dan eter serta pemutusan  ikatan karbonalifatik-aromatik antara hopanoid dengan matriks makromolekul  organik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk alat identifikasi senyawa hopanoid dalam sampel, alat yang biasa  digunakan adalah metode kromatografi gas yang tergabung dengan detektor  spektrometer massa (KG-MS). Berikut beberapa contoh untuk mendeteksi hopanoid  dan mengkarakterisasinya berdasarkan fragmentogram hasil KG-MS :&lt;/p&gt; &lt;center&gt; &lt;table bg border="0" cellpadding="3" cellspacing="1" width="360" style="color:#ffffff;"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;th bg valign="top" style="color:#33867d;"&gt;     &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Hopanoid     &lt;/span&gt;     &lt;/th&gt;&lt;th bg valign="top" style="color:#33867d;"&gt;     &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Analisis     &lt;/span&gt;     &lt;/th&gt;&lt;th bg valign="top" style="color:#33867d;"&gt;     &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Karakteristik Fragmen Massa   &lt;/span&gt;   &lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#9cd6d0" valign="top"&gt;     Pentakishomopane (C&lt;sub&gt;35&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;62&lt;/sub&gt;)&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#bfe4e0" valign="top"&gt;     ITMS &lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#daefed" valign="top"&gt;     482 (M/z. 191. 261 ikatan cincin C) 369 (eliminasi batas cincin)&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#9cd6d0" valign="top"&gt;     Bishomohopanol (C&lt;sub&gt;32&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;56&lt;/sub&gt;O)&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#bfe4e0" valign="top"&gt;     Ekstraksi pelarut&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#daefed" valign="top"&gt;     528 (M/z. 191. 307 Ikatan cincin C) 217 (307-HOTMS). 438 (MH-HOTMS)369      (Eliminasi batas cincin)&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td bgcolor="#9cd6d0" valign="top"&gt;     Bishomohopanoic acid (C&lt;sub&gt;32&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;54&lt;/sub&gt;O)&lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#bfe4e0" valign="top"&gt;     Ektraksi pelarut, Oksidasi RuO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;/td&gt;     &lt;td bgcolor="#daefed" valign="top"&gt;     484 (M/z. 191. 263 ikatan cincin C)369 (Eliminasi batas cincin)&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; Sumber : Winkler, dkk. (2001)&lt;/center&gt; &lt;p&gt;Struktur hopanoid yang didapatkan dari fragmentogram KG-MS mampu mengungkapkan  jenis bakteri yang mensintesis karena pada umumnya bakteri mempunyai kerangka  hopanoid yang spesifik akibat perbedaan tempat tinggal dan pengaruh lingkungan.  Farrimond, Head dan Innes (2002) melaporkan penemuannya tentang hopanoid dengan  suatu metil di C-2 atau C-3 pada cincin A. Metilasi pada C-2 dalam kerangka  hopanoid pada umumnya menggambarkan senyawa hopanoid itu dihasilkan oleh &lt;i&gt; cyanobacteria&lt;/i&gt; dan senyawa ini dapat digunakan untuk menentukan kontribusi &lt;i&gt; cyanobacteria&lt;/i&gt; dalam suatu sedimen. Ketiadaan kerangka hopanoid termetilasi  pada C-2 memberikan informasi bahwa kesuburan tanah diakibatkan oleh kontribusi  bakteri selain &lt;i&gt;cyanobacteria&lt;/i&gt; seperti &lt;i&gt;khizobia&lt;/i&gt; (jika bersimbiosis  dengan kacang-kacangan) atau &lt;i&gt;frankia&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan di Indonesia, penelitian untuk mengetahui kandungan senyawa  hopanoid yang terdapat dalam tanah subur dan tidak subur telah dilakukan oleh  banyak peneliti, dari berbagai penelitian diketahui bahwa senyawa hopanoid hanya  dapat ditemukan pada tanah subur dan tidak terkandung dalam tanah tidak subur.  Seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Melissa Christian (2005),  berdasarkan dua sampel yang dimiliki yakni tanah subur dan tidak subur dan  setelah dianalisis menggunakan detektor spektrometer massa (KG-MS) menunjukkan  bahwa hopanoid terdapat dalam tanah subur berupa Hop-17(21)en-35-OAc dan  hopanoid tidak terdapat dalam tanah tidak subur. Hal yang sama juga ditunjukkan  oleh Anonim &lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt; berdasarkan dua sampel (tanah subur dan tidak subur)  dan setelah dianalisis dengan KG-MS diketahui bahwa hasil penelitiannya sama  dengan hasil penelitian di atas yakni dalam tanah subur terdapat senyawa hopanoid  berupa Hop-17(21)en-35-OAc. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tanah  yang tidak subur yang tidak mengandung hopanoid, tidak ada bakteri tanah yang  dapat menangkap N&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; bebas sehingga menyebabkan tanah tersebut menjadi  tidak subur. Sehingga dari hal ini dapat disimpulkan bahwa senyawa hopanoid  dalam tanah memungkinkan dijadikan sebagai indikator kimia bagi kesuburan tanah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Anonim &lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;. &lt;i&gt;Kajian Hopanoid dalam Tanah sebagai Indikator  Kesuburan&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Augris, N., Balesdent, J., Mariottp, A, Derene, S., Largeau, C.,&lt;i&gt; Structure  and Origin of Insoluble and Non Hydrolyzable, Aliphatic Organic Matter In a  Forest Soil.&lt;/i&gt; Organic Geochemistry 28, 119-124, 1998.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Christian, Melissa. 2005. &lt;i&gt;Penjajakan Hubungan antara Hopanoid dalam Tanah  dengan Kesuburan&lt;/i&gt;. 11 November 2005 Pkl. 09.30 WIB (&lt;a href="file://///tu3/XAMPP/htdocs/pak_waris/Materi/chem-is-try.org/www.its.ac.id/default.htm"&gt;www.its.ac.id&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Innes, H.E., Bishop, A.N., Head, I.M., dan Farrimond, P., &lt;i&gt;Prenvetion and  Diagenesis of Haponaoid in Recent Lacustrine sediments of Prist Pot, England,  Organic 26, 565-576, 1997.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurniasari, Nonny. 2005. &lt;i&gt;Skrining Hopanoid Utama Strepmyces aureofaciens&lt;/i&gt;.  11 November 2005 Pkl. 09.30 WIB (&lt;a href="file://///tu3/XAMPP/htdocs/pak_waris/Materi/chem-is-try.org/www.its.ac.id/default.htm"&gt;www.its.ac.id&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lichtfouse, E., Budzinki, H., Garrigues, P., Eglinton, H.I.,&lt;i&gt;Ancient  Polycrylic Aromatic Hdrocarbons in Modern Soil &lt;sup&gt;13&lt;/sup&gt;C, &lt;sup&gt;14&lt;/sup&gt;C  and Biomarker Evidence. &lt;/i&gt;Organic Geochemistry 26, 353-359, 1997.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Winkler, A., Haumarer, L., dan Zech, W., &lt;i&gt;Variations in Hopanoid Composition  and Abudance in Forest Soil During Litter Decomposition and Humanification&lt;/i&gt;,  Organic Geochemistry 32, 1375-1385, 2001.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9019920639091182934-398407838508239455?l=warisann.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warisann.blogspot.com/feeds/398407838508239455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9019920639091182934&amp;postID=398407838508239455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/398407838508239455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/398407838508239455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warisann.blogspot.com/2007/12/hopanoid-indikator-kimia-bagi-kesuburan.html' title='Hopanoid, Indikator Kimia Bagi Kesuburan Tanah'/><author><name>warisann</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11640400297294985997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1X9y3WWwDI/AAAAAAAAAB0/wQiuo2OouX8/s72-c/hopanoid01.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9019920639091182934.post-1162155571416722897</id><published>2007-12-04T17:17:00.000-08:00</published><updated>2007-12-04T17:20:46.193-08:00</updated><title type='text'>Aliran Kimiawi Cinta, Prosesnya Tak Secepat Peribahasa 'Dari Mata Turun ke Hati'</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11px;color:#fb6101;" &gt;Aliran Kimiawi Cinta, Prosesnya Tak Secepat Peribahasa 'Dari Mata Turun ke Hati'&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#6a8fb1;"&gt;Oleh Sinly Evan Putra&lt;br /&gt;Asisten II Sekretaris Jenderal BPP IKAHIMKI Periode 2004/2006&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Jika kita bertanya pada orang-orang dewasa ataupun yang telah uzur, sebuah  pertanyaan yang menggelikan tetapi sangat menarik, "Kalau Anda ingin kembali ke  masa muda, masa manakah yang akan Anda pilih?", kira-kira bagaimana jawaban  mereka?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pastilah kebanyakan dari mereka akan langsung menjawab ingin kembali ke masa  SMU dengan alasan yang beraneka ragam. Tetapi salah satu jawaban yang pasti  adalah ketertarikan mereka pada lawan jenis dengan berjuta-juta jalan cerita  yang tak kunjung usai untuk diceritakan. Mereka mengakui bahwa ketika bertatapan  dengan kecengan atau pada saat berada di dekat dia atau waktu ngobrol sama dia,  akan timbul perasaan yang tidak dimengerti (tidak biasanya terjadi), seperti  perasaan canggung/kikuk, malu, salah tingkah, atau perasaan &lt;i&gt;dag-dig-dug nggak karuan&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Harus diakui kebanyakan dari mereka tidak berusaha sungguh-sungguh mencari  jawabannya dan menganggap hal tersebut sesuatu yang biasa saja sebagaimana  terpersonalisasinya pikiran bahwa jika berbicara masalah ilmiah maka akan  terbersit bayangan bahwa ilmiah, sudah &lt;i&gt;dari sononya&lt;/i&gt; memang sulit untuk dipahami. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlepas dari hal tersebut merupakan kodrat manusia, artikel ini akan  menjelaskan secara definitif dan sederhana tentang aliran kimiawi cinta. Sebelum  turun ke hati, aliran cinta akan transit dulu di otak untuk melewati  proses-proses kimiawi. Dan proses transit ini memerlukan beberapa tahapan  sehingga aliran kimiawi cinta tidak sesederhana dan secepat peribahasa 'dari  mata turun ke hati'.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Tahap 1: Terkesan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahap ini, terjadi kontak antara dua orang melalui alat indera (mata)  baik melalui tatapan, berdekatan, berbicara atau yang lainnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Tahap 2: Ketertarikan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahap ini otak akan terangsang untuk menghasilkan tiga senyawa cinta,  yaitu: &lt;i&gt;Phenyletilamine (PEA)&lt;/i&gt;,  &lt;i&gt;Dopamine&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Nenopinephrine&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Phenyletilamine (PEA) atau 2-feniletilamina&lt;br /&gt;  Senyawa ini mempunyai Mr =121,18; titik didih sebesar 197-200&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C ;    berat jenis = 0,965 ; titik Fahrenheit = 195&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;F (90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C) dan memiliki bidang    polarisasi ND 200 = 1,5335&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dopamine&lt;br /&gt;  Struktur Dopamine ada dua, yaitu:&lt;br /&gt;  &lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;Dopamine (3-hidroksitiraminihidrogenbromida atau      3,4-dihidroksiphenentilamin)&lt;br /&gt;    Mempunyai Mr = 234,10 dan titik lebur 218-220&lt;sup&gt;oo&lt;/sup&gt;C&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dopamine (3-hidroksitiraminhidrogenklorida atau      3,4-dihidroksiphenetilamin)&lt;br /&gt;    Mempunyai Mr = 189,64 dan titik lebur 241 – 243&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari ketiga senyawa tersebut, senyawa PEA-lah yang paling berperan dalam  proses kimiawi cinta. Senyawa ini juga yang mengakibatkan kamu merasa  tersipu-sipu, malu ketika berpandangan dengan orang kamu sukai. Dan ternyata  senyawa PEA ini banyak terkandung dalam coklat seperti Silver Queen, Waver  Tango, Conello, Es Krim, Choki-Choki, dan lain-lain. Mungkin inilah sebabnya  orang-orang dulu bahkan juga sekarang suka memberi coklat pada seseorang yang  dicintainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Tahap 3: Pengikatan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahap ini tubuh akan memproduksi senyawa Endropin. Senyawa inilah yang  akan menimbulkan perasaan aman, damai, dan tentram. Otak akan memproduksi  senyawa ini apabila orang yang kita kasihi berada di dekat kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Tahap 4: Persekutuan Kimia (Tahap Terakhir)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahap ini senyawa Oxyrocin yang dihasilkan oleh otak kecil mempunyai  peranan dalam hal membuat rasa cinta itu menjadi lebih rukun dan mesra antara  keduanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika orang sudah jatuh cinta kepada lain jenis, maka ada tanda-tanda yang  dapat kita lihat antara lain:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Malu-malu jika orang yang dicintai memandanginya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tunduk kepada perintah orang yang dicintai dan mendahulukannya daripada  kepentingan diri sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Segera menghampiri yang dicintai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencintai apapun yang dicintai sang kekasih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jalan yang dilalui terasa pendek sekalipun panjang saat mengunjungi orang  yang dicintai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaget dan gemetar tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai atau  tatkala mendengar namanya disebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cemburu kepada orang yang dicintai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rela berkorban untuk orang yang dicintai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyenangi apapun yang menyenangkan orang yang dicintai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tunduk dan patuh kepada orang yang dicintai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghindari hal-hal yang merenggangkan hubungan dengan orang yang dicintai  dan membuatnya marah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya kecocokan antara orang yang mencintai dan yang dicintai. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Demikian tahapan-tahapan aliran kimiawi cinta, tetapi janganlah kita  terpersepsikan bahwa jika kata ‘cinta’ akan selalu berhubungan dengan pacaran.  Sebab jika kita berbicara masalah cinta, sebenarnya bukan hanya untuk lawan  jenis, tetapi perasaan cinta seseorang kepada suami/istrinya, anak, teman, adik,  serta saudara yang lain. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan terlepas dari pembagian porsinya yang berbeda-beda, haruslah diingat  bahwa segala sesuatu tersebut adalah karunia dari Sang Pencipta yakni Allah SWT  sehingga wajar porsi paling besar haruslah kita berikan kepada Allah SWT. Dan  semoga kita adalah orang-orang yang bukan termasuk orang-orang yang menyalahkan  arti/makna cinta tersebut. (dari pelbagai sumber)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9019920639091182934-1162155571416722897?l=warisann.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warisann.blogspot.com/feeds/1162155571416722897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9019920639091182934&amp;postID=1162155571416722897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/1162155571416722897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/1162155571416722897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warisann.blogspot.com/2007/12/aliran-kimiawi-cinta-prosesnya-tak.html' title='Aliran Kimiawi Cinta, Prosesnya Tak Secepat Peribahasa &apos;Dari Mata Turun ke Hati&apos;'/><author><name>warisann</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11640400297294985997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9019920639091182934.post-7068713337776660489</id><published>2007-12-04T16:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T00:37:11.862-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(251, 97, 1);font-size:11;" &gt;Aneka Penggunaan Gas Ketawa:&lt;br /&gt;Dari Balapan hingga Bahan Bakar Roket&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(106, 143, 177);"&gt;Oleh Deni Rachman, S.Si&lt;br /&gt;Alumnus Jurusan Kimia Unpad dan aktivis Alchemist Community&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah menonton film&lt;i&gt; The Fast &amp;amp; The Forius&lt;/i&gt; dan sekuelnya &lt;i&gt;2 Fast 2 Forius&lt;/i&gt;? Kedua film tersebut ternyata berdampak besar bagi perkembangan dunia otomotif Indonesia. Dalam film tersebut diungkapkan rahasia agar kendaraan melaju lebih cepat.     Rahasianya ada pada &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1X3wXWWwAI/AAAAAAAAABc/zwTdOm7MsWk/s1600-h/gasketawa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1X3wXWWwAI/AAAAAAAAABc/zwTdOm7MsWk/s200/gasketawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140286959986851842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sebuah tabung kecil yang dikenal dengan nama NOS (Nitrous Oxide System). Kecepatan kendaraan yang dilengkapi dengan NOS bisa meningkat antara 60 sampai 100 persen! Tak heran jika NOS menjadi tren di kalangan para penggemar otomotif sebagai sumber tenaga tambahan mesin untuk melipatgandakan kecepatan. Dengan adanya NOS, laga adu kecepatan mobil ataupun sepeda motor menjadi lebih menantang dan menegangkan. Tentu saja, hal ini menyenangkan para &lt;i&gt;speedgoers&lt;/i&gt; (pengagum kecepatan). Peran NOS sebagai sumber tenaga tambahan mesin, tidak dapat dilepaskan dari zat kimia yang dikandungnya, yakni dinitrogen monooksida (N&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O) yang diinjeksikan ke dalam karburator.&lt;br /&gt;Zat inilah yang sejak abad ke-18 sudah dikenal orang dengan istilah gas ketawa (&lt;i&gt;laughing gas&lt;/i&gt;), si pembuat ketawa (&lt;i&gt;the giggles&lt;/i&gt;), atau gas bahagia (&lt;i&gt;happy gas&lt;/i&gt;). Apakah gas ketawa itu? Selain penambah kecepatan kendaraan, adakah kegunaan lain dari gas ketawa? Bagaimana cara membuat gas ketawa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selengkapnya &gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9019920639091182934-7068713337776660489?l=warisann.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warisann.blogspot.com/feeds/7068713337776660489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9019920639091182934&amp;postID=7068713337776660489' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/7068713337776660489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/7068713337776660489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warisann.blogspot.com/2007/12/aneka-penggunaan-gas-ketawa-dari.html' title=''/><author><name>warisann</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11640400297294985997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1X3wXWWwAI/AAAAAAAAABc/zwTdOm7MsWk/s72-c/gasketawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9019920639091182934.post-929926402399274309</id><published>2007-12-04T16:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T00:37:12.494-08:00</updated><title type='text'>Bioremoval, Metode Alternatif Untuk Menanggulangi Pencemaran Logam Berat</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11px;color:#fb6101;" &gt;Bioremoval, Metode Alternatif Untuk Menanggulangi Pencemaran Logam Berat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#6a8fb1;"&gt;Oleh Sinly Evan Putra dan Johan Angga Putra&lt;br /&gt;Asisten II Sekjend dan Kepala Staf Infokom BPP IKHMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin istilah logam berat sudah tak asing bagi para kimiawan. Dari nomor atom sampai efek &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1XzOHWWv9I/AAAAAAAAABE/X4gijXH7A50/s1600-h/metal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 161px; height: 123px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1XzOHWWv9I/AAAAAAAAABE/X4gijXH7A50/s320/metal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140281973529821138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;fisiologis telah secara rinci dibahas dalam buku-buku kimia terutama kimia anorganik dan kimia lingkungan. Tapi tak demikian dengan orang awam. Mungkin istilah logam berat masih terasa asing di telinga mereka dan didefinisikan secara sederhana saja yaitu logam yang berat (dalam artian ditimbang) seperti besi, baja, aluminium dan tembaga. Terlepas dari definisi di atas, biasanya dalam literatur kimia istilah “logam berat” digunakan untuk memerikan logam-logam yang memiliki sifat toksisitas (racun) pada makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Vouk (1986) terdapat 80 jenis dari 109 unsur kimia di muka bumi ini yang telah teridentifikasi sebagai jenis logam berat. Berdasarkan sudut pandang toksikologi, logam berat ini dapat dibagi dalam dua jenis. Jenis pertama adalah logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Contoh logam berat ini adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya. Sedangkan jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau beracun, di mana keberadaannya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya atau bahkan dapat bersifat racun, seperti Hg, Cd, Pb, Cr dan lain-lain. Logam berat ini dapat menimbulkan efek kesehatan bagi manusia tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Lebih jauh lagi, logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nordberg., &lt;i&gt;et.al&lt;/i&gt; (1986) logam berat jika sudah terserap ke dalam tubuh maka tidak dapat dihancurkan tetapi akan tetap tinggal di dalamnya hingga nantinya dibuang melalui proses ekskresi. Hal serupa juga terjadi apabila suatu lingkungan terutama di perairan telah terkontaminasi (tercemar) logam berat maka proses pembersihannya akan sulit sekali dilakukan. Kontaminasi logam berat ini dapat berasal dari faktor alam seperti kegiatan gunung berapi dan kebakaran hutan atau faktor manusia seperti pembakaran minyak bumi, pertambangan, peleburan, proses industri, kegiatan pertanian, peternakan dan kehutanan, serta limbah buangan termasuk sampah rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari ancaman yang begitu besar dari pencemaran logam berat, maka berbagai metode alternatif telah banyak digunakan seperti dengan cara mengurangi konsentrasi logam berat yang akan dibuang ke perairan, tetapi dalam jangka waktu yang lama, perlakuan tersebut dapat merusak lingkungan akibat dari akumulasi logam berat yang tidak sebanding dengan masa “&lt;i&gt;recovery &lt;/i&gt;(perbaikan)” dari lingkungan itu sendiri. Teknik yang lebih baik dari teknik di atas adalah penetralan logam berat yang aktif menjadi senyawa yang kurang aktif dengan menambahkan senyawa-senyawa tertentu, kemudian dilepas ke lingkungan perairan, namun pembuangan logam berat non-aktif juga menjadi masalah karena dapat dengan mudah mengalami degradasi oleh lingkungan menjadi senyawa yang dapat mencemari lingkungan. Cara lain adalah &lt;i&gt;reverse osmosis&lt;/i&gt;, elektrodialisis, ultrafiltrasi dan resin penukar ion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Reverse osmosis&lt;/i&gt; adalah proses pemisahan logam berat oleh membran semipermeabel dengan menggunakan perbedaan tekanan luar dengan tekanan osmotik dari limbah, kerugian sistem ini adalah biaya yang mahal sehingga sulit terjangkau oleh industri di Indonesia. Teknik elektrodialisis menggunakan membran ion selektif permeabel berdasarkan perbedaan potensial antara 2 elektroda yang menyebabkan perpindahan kation dan anion, juga menimbulkan kerugian yakni terbentuknya senyawa logam-hidroksi yang menutupi membran, sedangkan melalui ultrafiltrasi yaitu penyaringan dengan tekanan tinggi melalui membran berpori, juga merugikan karena menimbulkan banyak &lt;i&gt;sludge&lt;/i&gt; (lumpur). Resin penukar ion berprinsip pada gaya elektrostatik di mana ion yang terdapat pada resin ditukar oleh ion logam dari limbah, kerugian metode ini adalah biaya yang besar dan menimbulkan ion yang ter-&lt;i&gt;remove&lt;/i&gt; sebagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik pada berbagai kelemahan metode di atas, maka dewasa ini para peneliti sedang menggalakkan pencarian metode alternatif lain. Salah satunya adalah pengunaan mikroorganisme untuk mengabsorpsi logam berat atau biasa disebut dengan bioremoval. Keuntungan penggunaan mikroorganisme sebagai bioremoval menurut Kratochvil dan Voleski (1998) adalah biaya yang rendah, efisiensi yang tinggi, biosorbennya dapat diregenerasi, tidak perlu nutrisi tambahan, kemampuannya dalam me-&lt;i&gt;recovery&lt;/i&gt; logam dan &lt;i&gt;sludge&lt;/i&gt; yang dihasilkan sangat minim. Dilihat dari keuntungannya itu, maka bioremoval lebih efektif dibanding dengan pertukaran ion dan &lt;i&gt;reverse osmosis&lt;/i&gt; dalam kaitannya dengan sensitifitas kehadiran padatan terlarut (&lt;i&gt;suspended solid&lt;/i&gt;), zat organik dan logam berat lainnya serta lebih baik dari proses pengendapan (&lt;i&gt;precipitation&lt;/i&gt;) bila dikaitkan dengan kemampuan menstimulasikan perubahan pH dan konsentrasi logam beratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bioremoval dan Bioabsorpsi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah bioabsorpsi tidak dapat dilepaskan dari istilah bioremoval karena bioabsorpsi merupakan bagian dari bioremoval. Bioremoval dapat diartikan sebagai terkonsentrasi dan terakumulasinya bahan penyebab polusi atau polutan dalam suatu perairan oleh material biologi, yang mana material biologi tersebut dapat me-&lt;i&gt;recovery&lt;/i&gt; polutan sehingga dapat dibuang dan ramah terhadap lingkungan. Sedangkan berdasarkan kemampuannya untuk membentuk ikatan antara logam berat dengan mikroorganisme maka bioabsorpsi merupakan kemampuan material biologi untuk mengakumulasikan logam berat melalui media metabolisme atau jalur psiko-kimia. Proses bioabsorpsi ini dapat terjadi karena adanya material biologi yang disebut biosorben dan adanya larutan yang mengandung logam berat (dengan afinitas yang tinggi) sehingga mudah terikat pada biosorben.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bioabsorpsi terutama adalah dari golongan alga yakni alga dari divisi &lt;i&gt;Phaeophyta, Rhodophyta dan Chlorophyta&lt;/i&gt;. Logam-logam yang dapat diabsorbsi/di-&lt;i&gt;remove&lt;/i&gt; adalah logam berat beracun, logam esensial dan radionuklida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel. Perbandingan selektifitas mikroorganisme terhadap logam berat &lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="219"&gt;   &lt;p align="center"&gt; Mikrooganisme&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td valign="top" width="192"&gt;         Logam berat yang di &lt;i&gt;remove &lt;/i&gt;berdasarkan beberapa   penelitian&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td valign="top" width="219"&gt;   &lt;i&gt;      Mucur mucedo&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Rhizopus stolonifer&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Aspergillus orizae&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Penecillium chrysogenum&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Ecklonia radiata&lt;br /&gt;   Saccharomyces cerevisie&lt;/i&gt;&lt;i&gt;      Chlorella vulgaris&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Phellinus badius&lt;br /&gt;   &lt;/i&gt;&lt;i&gt;      Pinus radiata&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Sargassum sp.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Durvillea potatorum&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Myriophylium spicatum&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Chiarella vulgaris&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Ganoderma lucidum&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Aspergillus niger&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Pseudomonas syringae&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Solanum elaeagnifolium&lt;/i&gt;&lt;i&gt;      Phanerochaete chrysosporium&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;   Absidia sp.&lt;/i&gt; &lt;/td&gt;   &lt;td valign="top" width="192"&gt;Cu&lt;br /&gt;   Cu,Cd,Zn,U,Pb&lt;br /&gt;   Cu&lt;br /&gt;   Cu&lt;br /&gt;   Cu,Pb,Cd,Cr&lt;br /&gt;   Cu,Pb,Cd,Ni&lt;br /&gt;   Pb,As&lt;br /&gt;   Pb,Cd&lt;br /&gt;   Pb,Cd&lt;br /&gt;   Cu,Cr,Fe&lt;br /&gt;   Zn&lt;br /&gt;   Pb,Zn,Cu&lt;br /&gt;   Cu&lt;br /&gt;   Cr,Cu&lt;br /&gt;   Cr,Cu&lt;br /&gt;   Hg,Zn,Cd&lt;br /&gt;   Cu,Cr,Pb,Ni,Zn&lt;br /&gt;   Ni,Cu,Pb&lt;br /&gt;   Pb,U,Cu&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; *) Dari pelbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mekanisme Proses Bioabsorpsi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar mekanisme pembersihan logam berat oleh mikrooganisme adalah proses pertukaran ion yang mirip pertukaran ion pada resin. Mekanisme pertukaran ion ini dapat dirumuskan sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; + (B-biomassa) --&gt; B&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; + (A-biomassa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme ini dapat dibagi atas 3 cara yakni berdasarkan metabolisme sel (dibagi atas; proses yang bergantung pada metabolisme dan proses yang tidak bergantung pada metabolisme sel). Sedangkan jika berdasarkan posisi logam berat di-&lt;i&gt;remove&lt;/i&gt;, dapat dibagi atas; akumulasi ekstraseluler (presipitasi), akumulasi intraseluler dan penyerapan oleh permukaan sel. Dan untuk mekanisme yang terakhir adalah berdasarkan cara pengambilan (absorbsi) logam berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pengambilan (absorbsi) logam berat dapat dibagi dua yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Passive uptake.&lt;/b&gt; Proses ini terjadi ketika ion logam berat terikat pada dinding sel biosorben. Mekanisme passive uptake dapat dilakukan dengan dua cara, pertama dengan cara pertukaran ion di mana ion pada dinding sel digantikan oleh ion-ion logam berat; dan kedua adalah pembentukan senyawa kompleks antara ion-ion logam berat dengan gugus fungsional seperti karbonil, amino, thiol, hidroksi, fosfat, dan hidroksi-karboksil secara bolak balik dan cepat. Sebagai contoh adalah pada &lt;i&gt;Sargassum sp.&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Eklonia sp.&lt;/i&gt; di mana Cr(6) mengalami reaksi reduksi pada pH rendah menjadi Cr(3) dan Cr(3) di-remove melalui proses pertukaran kation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="file://///tu3/XAMPP/htdocs/pak_waris/Materi/chem-is-try.org/images/spacer.gif" border="0" height="1" width="100" /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1XztXWWv-I/AAAAAAAAABM/UP2bxrWulqc/s1600-h/metal2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1XztXWWv-I/AAAAAAAAABM/UP2bxrWulqc/s320/metal2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140282510400733154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar.&lt;/b&gt; Proses pasisive uptake Cr pada permukaan membran sel&lt;br /&gt;Sumber : Cossich., &lt;i&gt;et.al&lt;/i&gt; (2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Aktif uptake.&lt;/b&gt; Mekanisme masuknya logam berat melewati membran sel sama dengan proses masuknya logam esensial melalui sistem transpor membran, hal ini disebabkan adanya kemiripan sifat antara logam berat dengan logam esensial dalam hal sifat fisika-kimia secara keseluruhan. Proses aktif uptake pada mikroorganisme dapat terjadi sejalan dengan konsumsi ion logam untuk pertumbuhan dan akumulasi intraselular ion logam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menghitung Jumlah Logam berat yang Teradsorpsi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui jumlah logam berat yang mengalami proses bioabsorpsi oleh mikroorganisme dapat dihitung dengan pendekatan konstanta Langmuir yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1X043WWv_I/AAAAAAAAABU/2VQ0zmcRbUI/s1600-h/metal3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1X043WWv_I/AAAAAAAAABU/2VQ0zmcRbUI/s320/metal3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140283807480856562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q  = miligram logam yang diakumulasi per gram&lt;br /&gt;Ceq = besar konsentrasi logam pada larutan&lt;br /&gt;Qmax = maksimum serapan spesifik dari biosorben&lt;br /&gt;b  = rasio bioabsorpsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan di atas berlaku pada pH konstan dan untuk bioabsorpsi 1 jenis logam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh penelitian yang mengunakan konstanta langmuir untuk menghitung jumlah logam berat yang teradsorpsi oleh mikroorganisme adalah penelitian oleh Voleski (2005), pada penelitiannya terhadap 3 jenis&lt;i&gt; Sargassum&lt;/i&gt; untuk menyerap logam berat Cd, Cu dan Uranium (U) diperoleh data bahwa penyerapan Cd pada pH 4,5 adalah 87 mg Cd/g untuk &lt;i&gt;Sargassum vulgare&lt;/i&gt;, 80 mg Cd/g untuk &lt;i&gt;Sargassum fluitans&lt;/i&gt; dan 74 mg Cd/g untuk &lt;i&gt;Sargassum filipendula&lt;/i&gt;. Sedangkan untuk penyerapan Cu pada&lt;i&gt; Sargassum vulgare&lt;/i&gt; adalah 59 mg Cu/g, &lt;i&gt;Sargassum filipendula&lt;/i&gt; 56 mg Cu/g, &lt;i&gt;Sargassum fluitans&lt;/i&gt; 51 mg Cu/g dan untuk penyerapan Uranium oleh&lt;i&gt; sargassum&lt;/i&gt; adalah &gt; 500 mg U/g.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulasan tentang bioremoval sebagaimana telah disajikan dalam tulisan ini mungkin hanya sebagian kecil dari cakupan penelitian dan bahasan ilmu tentang bioremoval. Tetapi setidaknya penulis berharap dapat membuka wacana tentang pentingnya pemanfaatan mikroorganisme di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan mikroorganisme sebagai metode alternatif sangat baik diterapkan di Indonesia karena metode ini tidak memerlukan biaya yang tinggi dan alat yang canggih tetapi hanya memanfaatkan mikroorganisme selektif yang mampu me-&lt;i&gt;recovery&lt;/i&gt; logam berat menjadi logam yang aman bagi lingkungan. Walaupun ada beratus jenis spesies mikroorganisme yang telah diidentifikasi, namun sangat sedikit diantaranya telah teridentifikasi sebagai mikroorganisme yang mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap pengaruh toksisitas suatu ion logam berat. Pada beberapa kasus juga, sangat terbatas riset yang melakukan studi banding terhadap beberapa jenis mikroorganisme, di mana hasilnya selalu memiliki banyak perbedaan dalam efisiensi ikatan antara logam berat dengan spesies mikroorganisme. Bahkan perbedaan ini dapat terjadi pada strain dari spesies tunggal dengan kondisi psiko-kimia yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari bahwa metode ini belum sepenuhnya sempurna, maka diperlukan berbagai penelitian lebih lanjut untuk menunjang efektivitas metode bioremoval dalam menanggulangi pencemaran logam berat. Dalam perspektif pelestarian lingkungan, pencarian metode penanganan limbah yang efektif merupakan langkah awal yang seyogianya dilakukan di Indonesia. Dalam konteks ini, pengembangan metode bioremoval pantas diperhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cossich, E.S., C.R.G Tavares., T.M.K.Ravagnani., &lt;i&gt;Biosorption of chromium(III) by Sargassum sp. Biomass&lt;/i&gt;. Universidad Catolica de Valparaiso. Chile, Vol. 5 No. 2, Issue of August 15, 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elankumaran R., Raj Mohan B., M. N. Madhyastha., &lt;i&gt;Biosorption of Copper from Contaminated Water by Hydrilla verticillata Casp. and Salvinia sp.. Karnataka Regional Engineering College)&lt;/i&gt;, 575 025 Surathkal. India, July 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gavrilescu, M., &lt;i&gt;Removal of Heavy Metals from the Environment by Biosorption. Technical Engineering in Life Sciences&lt;/i&gt;. Univ. of Iasi, Romania, Vol 4 No 3, p 219-232, 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kratochvil, David., Volesky, Bohumil., 2005. &lt;i&gt;Biosorption of Cu From Ferruginous Wastewater by Algal Biomass.&lt;/i&gt; Water Research journal. Mc Gill University, Canada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nakajama A., Sakaguchi T., &lt;i&gt;Appl. Microbiol., 1986, 24, 59-64&lt;/i&gt; Kratochvil, David. and Volesky, Bohumil. Advances in biosorption of heavy metals. Trends in Biotechnology, 1998, vol. 16, p. 291-300.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N, Ahalya., T.V., Ramachandra., R.D., Kanamadi.., 2004. &lt;i&gt;Biosorption of Heavy Metals. Centre for Ecological Sciences,&lt;/i&gt; Indian Institute of Science, Bangalore, India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nordberg J. F., Parizek J., Pershagen G., and Gerhardsson L. 1986. &lt;i&gt;Factor Influencing Effect and Dose-Respons Relationships of Metals. &lt;/i&gt;In: Freiberg L., Nordberg G.F., and Vouk V.B (Eds). Handbook on the Toxicology of Metals. Elsevier. New York&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra, Johan Angga. 2005. &lt;i&gt;Penanggulangan Pencemaran Logam Berat pada Perairan dengan Pendekatan Konsep Bioremoval.&lt;/i&gt; Karya Tulis Ilmiah. Universitas Lampung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;St. Mihova., T.Godjevargova. 2001. &lt;i&gt;Biosorption of Heavy Metals from Aqueous Solutions.&lt;/i&gt; University ”Prof. Dr. A. Zlatarov”, Bourgas 8010. ISSN 1311-8978.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Volesky, Bohumil., 2004. &lt;i&gt;Biosorption. Biological and Environmental System group&lt;/i&gt;. Mc Gill University, Canada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Volesky B, Holan ZR..,1995. &lt;i&gt;Biosorption of Heavy Metals. Biotechnology Program&lt;/i&gt;. May-Jun;11(3):235-50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vouk V. 1986.&lt;i&gt; General Chemistry of Metals.&lt;/i&gt; In: Freiberg L., Nordberg G.F., and Vouk V.B (Eds). Handbook on the Toxicology of Metals. Elsevier. New York&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9019920639091182934-929926402399274309?l=warisann.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warisann.blogspot.com/feeds/929926402399274309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9019920639091182934&amp;postID=929926402399274309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/929926402399274309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/929926402399274309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warisann.blogspot.com/2007/12/bioremoval-metode-alternatif-untuk.html' title='Bioremoval, Metode Alternatif Untuk Menanggulangi Pencemaran Logam Berat'/><author><name>warisann</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11640400297294985997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1XzOHWWv9I/AAAAAAAAABE/X4gijXH7A50/s72-c/metal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9019920639091182934.post-8944268435741469109</id><published>2007-12-04T16:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T00:37:12.653-08:00</updated><title type='text'>Kategori Tabel Periodik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1Xub3WWv8I/AAAAAAAAAA8/lB5TpdcpRqA/s1600-h/helium.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1Xub3WWv8I/AAAAAAAAAA8/lB5TpdcpRqA/s320/helium.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140276712194883522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#aaaaaa;"&gt;Kategori Tabel Periodik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11px;color:#fb6101;" &gt;Helium&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#6a8fb1;"&gt;Oleh Yulianto Mohsin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejarah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yunani &lt;i&gt;helios&lt;/i&gt;= matahari). Janssen menemukan  bukti keberadaan helium pada saat gerhana matahari total tahun 1868 ketika dia  mendeteksi sebuah garis baru di spektrum sinar matahari. Lockyer dan Frankland  menyarankan pemberian nama helium untuk unsur baru tersebut. Pada tahun 1895,  Ramsay menemukan helium di mineral &lt;i&gt;cleveite&lt;/i&gt; uranium. Pada saat yang  bersamaan kimiawan Swedia Cleve dan Langlet menemukan helium di cleveite.  Rutherford dan Roys pada tahun 1907 menunjukkan bahwa partikel-partikel alpha  tidak lain adalah nukleus helium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helium merupakan  elemen kedua terbanyak di alam semesta. Helium diproses dari gas alam, karena  banyak gas alam yang mengandung gas helium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara spektroskopik helium  telah dideteksi keberadaannya di bintang-bintang, terutama di bintang yang  panas. Helium juga merupakan komponen penting dalam reaksi proton-proton dan  siklus karbon yang memberikan bahan bakar matahari dan bintang-bintang  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemfusian hidrogen menjadi helium menghasilkan energi yang luar  biasa dan merupakan proses yang dapat membuat matahari bersinar secara  terus-menerus. Kadar helium di udara sekitar 1 dalam 200,000. Walau banyak  terdapat dalam berbagai mineral radioaktif sebagai produk-produk radiasi,  sebagian besar pasokan helium untuk Amerika Serikat terdapat di sumur-sumur  minyak Texas, Oklahoma, dan Kansas. Di luar AS, pabrik ekstraksi helium hanya  terdapat di Polandia, Rusia dan di India (data tahun  1984).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Biaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga 1 kaki kubik helium jatuh dari US $2.500  di tahun 1915 menjadi 1.5 sen di tahun 1940. Biro Pertambangan AS telah mematok  harga Grade A helium sebesar $37,50 per 1000 kaki kubik di tahun  1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sifat-sifat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helium memiliki titik lebur paling rendah  di antara unsur-unsur dan banyak digunakan dalam riset suhu rendah  (&lt;i&gt;cyrogenic&lt;/i&gt;) karena titik leburnya dekat dengan 0 derajat Kelvin. Juga,  unsur ini sangat vital untuk penelitian superkonduktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  menggunakan helium cair, Kurti dkk. beserta yang lainnya telah berhasil mencapai  suhu beberapa mikrokelvin dengan proses &lt;i&gt;adiabatic demagnitization&lt;/i&gt; nukleus  tembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helium memiliki sifat-sifat unik lainnya, yaitu sebagai  satu-satunya benda cair yang tidak bisa diubah bentuknya menjadi benda padat  hanya dengan menurunkan suhu. Unsur ini tetap dalam bentuknya yang cair sampai 0  derajat Kelvin pada tekanan normal, tetapi akan segera berbentuk padat jika  tekanan udara dinaikkan. 3He dan 4He dalam bentuk padat sangat menarik karena  keduanya dapat berubah volume sampai 30% dengan cara memberikan tekanan  udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Specifikasi panas helium sangat tinggi. Berat jenis gas helium  pada titik didih normal juga sangat tinggi. Molekul-molekul gasnya mengembang  dengan cepat ketika dipanaskan ke suhu ruangan. Sebuah bejana yang diisi dengan  gas helium pada 5 dan 10 Kelvin harus diperlakukan seakan-akan berisikan helium  cair karena perubahan tekanan yang tinggi yang berasal dari pemanasan gas ke  suhu ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara normal, helium memiliki 0 valensi, tapi ia juga  memiliki tendensi untuk menggabungkan diri dengan unsur-unsur lainnya. Cara  membuat helium difluorida telah dipelajari dan senyawa HeNe dan ion-ion He+ dan  He+ + juga telah diteliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Isotop-isotop&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 7 isotop  helium yang diketahui: helium cair (He-4) yang muncul dalam dua bentuk: He-4I  dan He-4II dengan titik transisi pada 2.174K. He-4I (di atas suhu ini) adalah  cair, tetapi He-4II (di bawah suhu tersebut) sangat berbeda dari bahan-bahan  kimia lainnya. Helium mengembang ketika didinginkan, konduktivitas kalornya  sangat tinggi, dan konduksi panas atau viskositasnya tidak menuruti  peraturan-peraturan biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kegunaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sebagai gas mulia  tameng untuk mengelas&lt;br /&gt;* Sebagai gas pelindung dalam menumbuhkan  kristal-kristal silikon dan germanium dan dalam memproduksi titanium dan  zirkonium&lt;br /&gt;* Sebagai agen pendingin untuk reaktor nuklir&lt;br /&gt;* Sebagai gas yang  digunakan di lorong angin (wind tunnels)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campuran helium dan oksigen  digunakan sebagai udara buatan untuk para penyelam dan para pekerja lainnya yang  bekerja di bawah tekanan udara tinggi. Perbandingan antara He dan O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;  yang berbeda-beda digunakan untuk kedalaman penyelam yang  berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helium sangat banyak digunakan untuk mengisi balon  ketimbang hidrogen yang lebih berbahaya. Salah satu kegunaan helium yang lain  adalah untuk menekan bahan bakar cair roket. Roket Saturn, seperti yang  digunakan pada misi-misi Apollo, memerlukan sekitar 13 juta kaki kubik  He.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helium cair yang digunakan di &lt;i&gt;Magnetic Resonance Imaging &lt;/i&gt;(MRI)  tetap bertambah jumlahnya, sejalan dengan ditemukannya banyak kegunaan mesin ini  di bidang kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helium juga digunakan untuk balon-balon raksasa  yang memasang berbagai iklan perusahaan-perusahaan besar, termasuk Goodyear.  Aplikasi lainnya sedang dikembangkan oleh militer AS adalah untuk mendeteksi  peluru-peluru misil yang terbang rendah. Badan Antariksa AS NASA juga  menggunakan balon-balon berisi gas helium untuk mengambil sampel atmosfer di  Antartika untuk menyelidiki penyebab menipisnya lapisan  ozon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Biaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan yang menjadi super konduktif pada  suhu di atas titik didih helium dapat menaikkan permintaan akan helium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dan disadur dari situs &lt;a target="_parent" href="http://www.blogger.com/periodic.lanl.gov/elements/2.html"&gt;http://periodic.lanl.gov/elements/2.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9019920639091182934-8944268435741469109?l=warisann.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warisann.blogspot.com/feeds/8944268435741469109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9019920639091182934&amp;postID=8944268435741469109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/8944268435741469109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/8944268435741469109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warisann.blogspot.com/2007/12/kategori-tabel-periodik.html' title='Kategori Tabel Periodik'/><author><name>warisann</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11640400297294985997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1Xub3WWv8I/AAAAAAAAAA8/lB5TpdcpRqA/s72-c/helium.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9019920639091182934.post-704567989093610528</id><published>2007-12-04T16:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T00:37:13.428-08:00</updated><title type='text'>Horace Wells (1815-1895)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1XrUHWWv4I/AAAAAAAAAAc/bhDOls8qyB4/s1600-h/horace.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1XrUHWWv4I/AAAAAAAAAAc/bhDOls8qyB4/s320/horace.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140273280516013954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Awal Penggunaan Gas Ketawa  sebagai Anestetik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oleh Sandri Justiana, S.Si&lt;br /&gt;Alumnus FMIPA Kimia UnPad  dan aktifis Sains Alchemist Community&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Untuk menghilangkan rasa sakit selama operasi bedah, dokter biasanya menggunakan  obat pemati rasa (anestetik). Salah satu anestetik yang sering digunakan adalah  gas dinitrogen monoksida. Gas yang ditemukan Joseph Priestley ini disebut juga  gas ketawa karena dapat menyebabkan orang yang menghirupnya tertawa  terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, gas ketawa hanya digunakan sebagai alat  untuk menghibur dalam suatu pertunjukan. Revolusi penggunaan gas ketawa dari  sekedar alat hiburan menjadi obat pemati rasa bermula dari peristiwa pada 10  Desember 1844. Pada tanggal tersebut, seorang dokter gigi bernama Horace Wells  beserta istrinya sedang menonton pertunjukan gas ketawa. Pertunjukan yang  dipandu Quincy Colton tersebut mendemonstrasikan efek dari gas ketawa. Colton  meminta beberapa penonton untuk menghirup gas ketawa. Samuel Cooley, salah  seorang yang ikut menghirup gas ketawa menunjukkan perilaku aneh. Perilaku  Cooley menjadi kasar. Ia dan penonton lainnya berkelahi hingga babak belur.  Akibat perkelahian itu, Cooley menjadi terluka dan tubuhnya penuh dengan darah.  Meskipun demikian, Cooley tidak merasa sakit. Ia baru merasakan sakit setelah  pengaruh gas ketawa habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tersebut rupanya menginspirasi Wells  untuk menggunakan gas ketawa dalam operasi pencabutan gigi. Pada saat itu,  pencabutan gigi sangat menyakitkan. Menurut pemikiran Wells, jika gas ketawa  dapat membuat orang tahan terhadap sakit yang dideritanya seperti yang dialami  Colley, hal yang sama juga mungkin akan dirasakan pasiennya seandainya mereka  diberikan gas ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, gas ketawa hanya digunakan sebagai alat untuk menghibur dalam  suatu pertunjukan. Revolusi penggunaan gas ketawa dari sekedar alat hiburan  menjadi obat pemati rasa bermula dari peristiwa pada 10 Desember 1844. Pada  tanggal tersebut, seorang dokter gigi bernama Horace Wells beserta istrinya  sedang menonton pertunjukan gas ketawa. Pertunjukan yang dipandu Quincy Colton  tersebut mendemonstrasikan efek dari gas ketawa. Colton meminta beberapa  penonton untuk menghirup gas ketawa. Samuel Cooley, salah seorang yang ikut  menghirup gas ketawa menunjukkan perilaku aneh. Perilaku Cooley menjadi kasar.  Ia dan penonton lainnya berkelahi hingga babak belur. Akibat perkelahian itu,  Cooley menjadi terluka dan tubuhnya penuh dengan darah. Meskipun demikian,  Cooley tidak merasa sakit. Ia baru merasakan sakit setelah pengaruh gas ketawa  habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tersebut rupanya menginspirasi Wells untuk menggunakan  gas ketawa dalam operasi pencabutan gigi. Pada saat itu, pencabutan gigi sangat  menyakitkan. Menurut pemikiran Wells, jika gas ketawa dapat membuat orang tahan  terhadap sakit yang dideritanya seperti yang dialami Colley, hal yang sama juga  mungkin akan dirasakan pasiennya seandainya mereka diberikan gas ketawa.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1Xri3WWv5I/AAAAAAAAAAk/ss8-0LQvlag/s1600-h/horace2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1Xri3WWv5I/AAAAAAAAAAk/ss8-0LQvlag/s320/horace2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140273533919084434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Virtual Museum of Anesthesiology&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi yang melukiskan  penggunaan gas ketawa sebagai alat hiburan&lt;br /&gt;Horace Wells tidak menunggu  waktu untuk menguji dugaannya. Keesokan harinya, ia meminta rekan kerjanya,  yaitu dokter John Riggs untuk mencabut gigi gerahamnya yang telah membusuk.  Sebelumnya, Wells menghirup gas ketawa yang diperolehnya dari Colton. Begitu  Wells tidak sadarkan diri, dokter Riggs segera mencabut gigi. Operasi berjalan  lancar. Pengaruh gas ketawa yang dihirup Wells habis seiring berakhirnya  operasi. Wells mengaku bahwa ia tidak merasakan sakit selama operasi. Wells  kemudian meminta Colton untuk mengajarinya cara membuat dan menggunakan gas  ketawa.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1Xr4nWWv6I/AAAAAAAAAAs/K-LGiTw4w0E/s1600-h/horace3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1Xr4nWWv6I/AAAAAAAAAAs/K-LGiTw4w0E/s320/horace3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140273907581239202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber: Internet&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Horace Wells menghirup gas ketawa sebelum giginya  dicabut&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dicemooh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wells kemudian mempunyai ide untuk  menyebarluaskan penemuannya kepada khalayak. Semangat Wells semakin menggebu  setelah bertemu dengan mantan muridnya, William Morton. Morton menganjurkan  Wells agar mendemonstrasikan penggunaan gas ketawa dalam operasi pencabutan gigi  di tempat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Januari 1845 sesuai dengan rencana, demontrasi pun  dilakukan di Harvard Medical School di Boston. Demontrasi tersebut menarik  sebagian besar siswa untuk menghadirinya. Salah seorang pengunjung bersedia  untuk menjadi kelinci percobaan Wells. Ia lalu menghirup gas ketawa. Sayang,  Wells gugup dan tidak sabar untuk segera mengetahui hasilnya. Ia mencabut gigi  pada saat gas ketawa belum bekerja mematikan rasa. Alhasil si pasien menjerit  kesakitan pada saat giginya dicabut.Demonstrasi Wells gagal total. Para  pengunjung mencemooh Wells sebagai penipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Disanjung Masyarakat Paris&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mulanya Wells sempat putus asa karena demonstrasinya gagal. Rumah dan tempat  praktik giginya di Hartford dijual. Namun, bukan berarti Wells menyerah begitu  saja. Ia tetap yakin bahwa gas ketawa dapat digunakan sebagai obat pemati rasa  dalam operasi pencabutan gigi. Wells kemudian berkeliling Eropa untuk  memperkenalkan penggunaan gas ketawa sebagai zat anestetik sambil berharap  banyak orang yang mempercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Wells berkunjung ke Paris,  Organisasi Kedokteran Paris (Paris Medical Society) tertarik dengan  demontrasinya. Berbeda dengan masyarakat Boston yang mencemoohnya, masyarakat  Paris justru menyanjungnya. Gas ketawa digunakan para dokter gigi Paris sebagai  obat pemati rasa dalam operasi pencabutan gigi. Tidak heran jika di Paris  berdiri kokoh patung Horace Wells sebagai tanda penghargaan masyarakat Paris  atas sumbangsih Wells.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1XsgHWWv7I/AAAAAAAAAA0/ylwfixLDszI/s1600-h/horace4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1XsgHWWv7I/AAAAAAAAAA0/ylwfixLDszI/s320/horace4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140274586186071986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Wells merasa bahagia karena idenya  diterima masyarakat Paris, ia kembali terluka. Pangkal masalahnya adalah surat  William Morton yang mengabarkan bahwa ia berhasil menemukan eter sebagai  anestetik pengganti gas ketawa. Wells sakit hati karena merasa idenya telah  dicuri muridnya sendiri. Ia pun segera kembali ke New York. Masyarakat ternyata  lebih mempercayai eter yang digunakan Morton sebagai anestetik dibandingkan gas  ketawa. Wells semakin terpuruk tatkala mengetahui adanya penemuan kloroform  sebagai anestetik. Dengan penemuan eter dan kloroform, penggunaan gas ketawa  semakin dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: internet&lt;br /&gt;Patung Wells&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Meninggal bunuh diri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran dengan khasiat kloroform  sebagai anestetik, suatu hari pada bulan Januari 1848, Wells melakukan percobaan  dengan menggunakan kloroform selama seminggu. Ia melakukannya sendiri. Akibat  dari perbuatannya itu cukup mengerikan. Wells menjadi ketagihan dan lambat laun  menjadi gila. Hingga suatu hari, dalam keadaan mabuk parah, Wells berlari ke  jalanan dan menumpahkan asam sulfat yang mengenai dua orang wanita tuna susila.  Atas tindakan brutalnya, ia dijebloskan ke penjara. Setelah sadar, Wells sangat  menyesali tindakan bodohnya. Ia akhirnya putus asa dan mengakhiri hidupnya  dengan cara bunuh diri pada 23 Januari 1848. Wells menghirup kloroform, kemudian  menyayat nadinya dengan silet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan, tokoh yang berjasa  mengenalkan penggunaan obat bius dalam dunia kedokteran mengakhiri hidupnya  dengan bunuh diri. Horace Wells layak diberi penghargaan atas ide-ide  cemerlangnya. Meskipun Horace Wells bukan penemu gas ketawa, dialah yang pertama  kali menggunakan gas ketawa untuk tujuan medis. Pengakuan Wells sebagai penemu  anestesi harus menunggu 18 tahun setelah kematiannya. Pada tahun 1864, Asosiasi  Dokter Gigi Amerika Serikat memberikan penghargaan kepada Wells sebagai penemu  anestesi. Empat tahun kemudian, Asosiasi Dokter Amerika mengikuti jejak Asosiasi  Dokter Gigi Amerika Serikat dengan mengakui Wells sebagai penemu anestesi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9019920639091182934-704567989093610528?l=warisann.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warisann.blogspot.com/feeds/704567989093610528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9019920639091182934&amp;postID=704567989093610528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/704567989093610528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/704567989093610528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warisann.blogspot.com/2007/12/horace-wells-1815-1895.html' title='Horace Wells (1815-1895)'/><author><name>warisann</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11640400297294985997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R1XrUHWWv4I/AAAAAAAAAAc/bhDOls8qyB4/s72-c/horace.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9019920639091182934.post-3141137618492875274</id><published>2007-11-25T15:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T00:37:13.604-08:00</updated><title type='text'>Selamat datang di blog pribadi saya!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R0oCiNFa02I/AAAAAAAAAAU/ITUKDeBB5ZY/s1600-h/HELLO.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R0oCiNFa02I/AAAAAAAAAAU/ITUKDeBB5ZY/s320/HELLO.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136921111620670306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Assalamualaikum wr.wb!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya ucapkan selamat datang disitus pribadi saya, sebuah media penyalur informasi yang berbentuk blog telah saya sediakan untuk anda semua, dengan media blog ini semoga dapat digunakan untuk mencari informasi yang seluas-luasnya, disini anda dapat mengetahui tentang profil saya dan beberapa materi atau soal-soal dari mata pelajaran kimia yang telah saya sediakan.&lt;br /&gt;"selamat mencoba"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wasalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9019920639091182934-3141137618492875274?l=warisann.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://warisann.blogspot.com/feeds/3141137618492875274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9019920639091182934&amp;postID=3141137618492875274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/3141137618492875274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9019920639091182934/posts/default/3141137618492875274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://warisann.blogspot.com/2007/11/selamat-datang-di-blog-pribadi-saya_25.html' title='Selamat datang di blog pribadi saya!'/><author><name>warisann</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11640400297294985997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9SvZ41Xq1v8/R0oCiNFa02I/AAAAAAAAAAU/ITUKDeBB5ZY/s72-c/HELLO.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
